Skip to main content

Menyapa Diri

Hari Ini adalah Hari yang Indah

Saya percaya Tuhan itu baik. Sebagaimana Ia yang selalu hadir di tiap detik kehidupan saya. Selama saya kecil hingga saat ini, Puji Tuhan segala kesusahan dan kebahagiaan yang hadir tak serta merta membuat saya lupa akan Dia.

Konsep hidup yang ada kemarin di dalam diri saya tampaknya terlalu mulus. Belum mampu untuk mengubah diri saya menjadi lebih dewasa melalui prosesnya. Saya terkesan seperti anak yang baik, pintar dan cakap. Namun ketika mengenali diri saya, konsep tersebut tidak sepenuhnya benar. Ada kala dimana saya tampak bodoh sulit memahami, ada kala dimana saya egois dan cenderung mengamankan diri, dan ada dimana saat saya  lupa akan suatu hal. Saya sangat kritis akan hal hal yang menurut saya tidak baik. Cenderung menjauh dari lingkungan yang sekiranya terlihat tidak menerima kehadiran saya. Saya cenderung anti sosial yang menyukai diam dikamar.

Kepercayaan diri saya mengenai diri saya sangat minim. Ketika seseorang mengkritik saya, hal itu bisa berhari hari ada di dalam diri saya.

Kenapa saya cerita soal ini? Ada kalanya saya ingin diakui karena kelemahan saya dan tidak hanya diagungkan karena kelebihan saya.

Sekali lagi. Saya mengetahui dan mempercayai Tuhan baik dan sangat baik.

Comments

Popular posts from this blog

Sebuah Profesi

Selamat malam.  Malam ini ada suatu hal yang sangat mengganggu saya. Bermula dari candaan yg buat saya bukan sebuah candaan. Mungkin hal ini akan menjadi sangat sensitif. Tidak ada maksud lain untuk menyindir atau menyakiti berbagai pihak. Hal ini murni dari pemikiran saya yang baru saja terjun ke dunia yang sebenarnya. Seorang jobseeker yang tak layak karna bahkan belum ‘seek for job’ wkwkwkwk. Sebelum memulai ada baiknya anda menyediakan kopi atau teh atau minuman dingin yang bisa menghibur anda dikala anda harus geleng-geleng dalam menyelami pemahaman otak saya. Karena hal ini akan menjadi pembicaraan yang sangat panjang. Jangan tahan pipis karna mungkin nanti anda akan pusing. Tapi saya harap jika anda sudah mulai membaca jangan baca hanya setengah atau ada kalimat yang sengaja diabaikan entah karna jengah, jenuh, bosan, malas, gak paham atau lainnya. Mari kita mulai. “ bidan kan sekarang sedang dipandang ...” katanya sambil menutup sebelah matanya dengan tangannya dan t...

In a way

I feel hurt instead. But i dont know why. So suddenly feelin sad and disappointed. I think i'm afraid of future. I'm afraid to get hurt more and more. I dont deserve anything. I just dont want to care too many. I dont like smthing abstract. I just happy when evryone who I lv in front of my eyes. My mom, my pa and also my lil bro. I'm tired  being someone who always give up on smthing bcs just think that It happen bcs it must happen. I wanna what I want to. Why I always get a messed. I want to be happy too. I mean, I dont wanna blame the condition. But my brain is too over thinkin. I need rest. I dont like get in a conflict. I cannt angry. I really hate this condition.

Life for Challenge

Halloo, readers. Akhirnya bulan Maret tiba. Gue paling suka bulan Maret nih. Ya selain karna gue di bulan Maret ulang tahun , tapi gak tau kenapa bulan Maret selalu hectic gak pernah santai jadi kayak berlalu begitu cepat sama kayak bulan Desember dan sekarang udah mau pertengahan bulan aja. By the way , ngomongin soal ulang tahun, ada yang sadar gak sih setiap usia bertambah itu makin berat tanggung jawab yang diemban terus makin banyak challenge gitu loh. Semacam milestone gitu. Kalo dulu kan waktu kita balita ada tuh milestone yang jelas buat dipakek sebagai tolak ukur soal pertumbuhan dan perkembangan. Jadi waktu kita kecil, di ulang tahun kita yang pertama tepatnya usia satu tahun. Challenge kita adalah mahir berjalan. Dari yang sebelumnya jatuh terus nangis, jatuh terus ketawa dan akhirnya bisa. Dan tahun berikutnya ada lagi yang harus kita capai. Kalo berhasil gak cuman kita doing yang senang tapi orang disekeliling juga. Ikut tepuk tangan bersorak sambil ketawa2 gitu. ...